OE

profil penelitian UAP

Omer Eldadi

Psikolog team cognition dan reasoning di bawah ketidakpastian

  • JabatanPsikolog team cognition dan reasoning di bawah ketidakpastian

Gambaran umum

Omer Eldadi adalah psychologist yang meneliti team cognition, communication, decision-making under pressure, dan performance kelompok ahli. Ia menyelesaikan PhD di Reichman University dan menerima Fulbright Postdoctoral Fellowship 2026 untuk bekerja dengan Abraham Loeb di Harvard Center for Astrophysics. Fulbright menggambarkan project-nya sebagai penerapan social/performance psychology pada anomalous scientific phenomena, termasuk bagaimana scientific teams reason/communicate dalam uncertainty dan merespons evidence yang menantang paradigm. [S1]

Eldadi juga founding member UAP Science Advisory Council, dengan public roles dalam data management, AI, dan human/social psychology. [S1][S2][S3]

Arti pentingnya bukan proof extraordinary phenomena, tetapi kualitas group reasoning ketika evidence incomplete atau contested.

Team cognition

Research pre-UAP berada di sport/performance/social psychology. [S1][S4]

Review 2025 membahas team cognition: shared knowledge, coordination, dan communication dalam time pressure. [S4]

Studi lain 2025 membahas verbal communication dan coordinated effort dalam expert/nonexpert esports teams. [S5]

Scientific/intelligence teams dapat gagal karena poor information sharing, authority deference, fragmented expertise, premature consensus, confirmation bias, dan overload.

Naval experience

Fulbright biography mencatat lulusan Israeli Naval Academy dan tujuh tahun operational naval officer, termasuk executive officer missile ship. [S1]

Ini relevan ke high-stakes teams, bukan UAP-origin evidence.

Fulbright project

Harvard project mempelajari scientific reasoning tentang anomalies, communication, uncertainty, dan possible paradigm resistance. [S1]

Opportunity: mengukur social bias dalam acceptance/rejection.

Risk: menganggap semua criticism sebagai paradigm resistance.

Rigorous design harus mendeteksi bias kedua arah.

IOSS / Loeb Scale

Eldadi, Tenenbaum, dan Loeb menerbitkan Interstellar Object Significance Scale pada 2025. [S6]

Scale 0–10 mengorganisasi observations dari natural/expected hingga levels untuk evidence of artificial origin.

Relevansi UAP bersifat methodological.

Numerical score dapat menciptakan false precision; score mengorganisasi evidence, tidak menggantikannya.

Technosignatures dan stigma

Policy preprint 2026 Closing the Technosignature Gap membahas underfunding dan "giggle factor". [S7]

Stigma memengaruhi funding/participation, bukan physical truth hypothesis.

UAPSAC

Fulbright menyebut Eldadi founding member; rosters memberi roles data management, AI, psychology. [S1][S2][S3]

Publication record paling kuat di psychology, bukan computer science.

Karena itu UAPRAD tidak seharusnya menyebutnya primary ML engineer seperti Richard Cloete tanpa future technical evidence.

Disclosure preparedness

Eldadi coauthor report 2026 Disclosure Foundation mengenai psychological impact of UAP/NHI disclosure. [S8]

Report menolak universal mass panic dan mengusulkan heterogeneous responses.

Absence of privileged classified info dan hypothetical nature scenarios diakui.

Bukan NHI evidence.

Scientific disagreement psychology

Pertanyaan penting: kapan resistance terhadap anomaly adalah healthy skepticism, kapan sociological inertia?

History of science punya kedua arah: anomalies yang menjadi discoveries, dan jauh lebih banyak yang hilang dengan better measurement.

Serious research harus membandingkan evidence quality, prior models, competing hypotheses, willingness to update, incentives.

Analisis bukti

Mainstream expertise group cognition/communication kuat.

IOSS menunjukkan formal anomaly-classification work.

Disclosure work membahas societal psychology.

UAPSAC-specific public output masih baru.

Yang telah ditetapkan

  • Reichman psychology PhD. [S1]
  • Peer-reviewed team cognition/communication research. [S4][S5]

Bukti yang hilang atau tidak tersedia

Future Fulbright/UAPSAC work sebaiknya mempublikasikan methods mengenai uncertainty communication, dissent, groupthink, confidence updating, dan data-category standards.

Penilaian keseluruhan

Omer Eldadi strong addition karena better sensors tidak menjamin better conclusions jika group reasoning buruk.

Team-cognition expertise membuat human cognition menjadi explicit part of UAP methodology.

IOSS dapat membantu formalise anomaly levels, selama scale tetap subordinate to evidence.

Sumber